Pages

Sunday, August 9, 2020

When You Need to Change Your Life

Beberapa hari yang lalu aku baru aja membaca salah satu artikel mengenai tanda-tanda saat kita perlu mengubah hidup kita, yang juga bisa kalian baca di sini. Artikel tersebut bikin aku terinspirasi buat ngebahas tentang topik ‘mengubah hidup’ ini. Sebelumnya aku sempet posting beberapa artikel dengan tags Journey of Changing Life di blog ini yang belum aku lanjutin sampai sekarang meskipun sebenarnya aku udah siapin beberapa materinya. Walaupun aku udah ngeyakinin diri di awal buat nulis artikel itu dengan niat berbagi, tapi seiring berjalannnya waktu aku jadi kepikiran dan jadi nggak pede buat publish artikel selanjutnya karena ngerasa aku sendiri belum mampu mengaplikasikannya ke hidupku, jadi  boro-boro mau ngajakin orang kalau aku sendirinya belum ngelakuin.

Topik tentang mengubah hidup itu sebenarnya cakupannya luas banget ya. Tapi aku pengen bahas beberapa aja yang sedikit banyak aku ketahui. Kembali ke Journey of Changing Life yang aku sebutin di awal, bab selanjutnya yang bikin aku stuck untuk menulis adalah mengenai membangun kebiasaan (habit) dan produktifitas. Emang nggak main-main ya, mengubah kebiasaan hidup itu susahnya minta ampun. I’ve been struggling for couple of months to pass the first  step. Iya, baru langkah awal  aja udah gagal berkali-kali. Baru jalan beberapa hari habit-nya, entar adaaaa aja alasan buat ngelanggar dan ujung-ujungnya harus memulai dari awal lagi. Gitu aja terus sampai Negara Api menyerang.

But well, walaupun aku sempet capek mengulang siklus yang sama, gladly aku belum nyerah dan lebih banyak belajar lagi serta baca-baca mengenai cara membangun habit dan produktifitas ini sampai akhirnya aku bisa ngelewatin lingkaran setan itu. Udah beberapa bulan terakhir aku menulis jurnal dan mencatat kebiasaan yang pengen aku bangun setiap harinya dan udah berjalan dengan baik sampai sekarang. Emang rasanya berat banget (nget nget) di awal, tapi kalau kita udah komitmen buat ngejalaninnya, rasanya semakin mudah ke belakang. Dan saat kita menyadari sudah sejauh apa kita berkembang, wah, rasanya bangga banget sih karena udah menjalani proses tersebut.

Aku rasa ini bisa diaplikasiin ke banyak hal lain juga, nggak cuma tentang membangun kebiasaan atau produktifitas aja. Segala macam perubahan yang ingin kita lakukan dalam hidup, pasti prosesnya kurang lebih sama. Terasa berat dan nggak nyaman di awal. Itu yang paling bikin kita takut untuk berubah, karena kita harus ninggalin comfort zone kita. Tapi aku yakin banget pasti hasilnya bakalan sepadan. Perasaan bangganya. Perasaan puas dengan pencapaian yang berhasil kita lakukan. Nggak ada yang lebih membanggakan dibanding bisa melebihi standar yang kita kira kita nggak akan bisa melampauinya.

Another note, saat pertama kali memulai memutuskan untuk mengubah hidup, ada dua hal yang pada awalnya menurutku akan cukup sulit untuk dilakukan, yaitu pengakuan dan penerimaan. Saat kita ingin mengubah hidup, kita tentunya harus mengakui kalau ada yang salah dengan hidup yang tengah kita jalani sekarang. Entah itu membuat kita nggak nyaman, atau udah nggak sesuai dengan tujuan hidup kita yang baru, atau karena lingkungannya, orang-orang di sekitar, atau pun alasan lainnya. Karena kita mengakui ada yang salah dengan kondisi hidup kita saat ini, maka kita memutuskan untuk mulai mengubahnya. Pengakuan ini terkadang cukup sulit kalau kita terus denial.

Selanjutnya adalah menerima. Aku juga mengalami waktu yang sulit buat belajar menerima masa lalu. Rasanya nyesel banget kenapa dulu aku kayak gitu, kenapa dulu aku lebih banyak main dan wasting time. Kenapa aku nggak lebih sering produktif dari dulu? Dan masih banyak kenapa-kenapa lainnya. Itu baru tentang produktifitas. Belum yang lain-lain, kenapa dulu punya teman kayak gitu, kenapa hidupku dulu harus gitu, kenapa nggak rajin nabung dari dulu. Aaa bener-bener nggak akan ada habisnya kalau dipikirin terus :’D

Terus terang, butuh waktu yang cukup lama buat aku nerima masa laluku dan fokus sama saat ini aja. Aku berusaha menerima kalau dulu aku cuma anak kecil lugu yang pengennya seneng-seneng aja and I guess there’s nothing wrong with that. Nggak seharusnya aku terlalu menyalahkan diriku, toh dulu aku juga bahagia. Mungkin sekarang udah fasenya aja untuk mulai dewasa dan tumbuh, punya tanggungjawab, jadi harus mulai berubah. Seharusnya aku bersyukur aku bisa sadar lebih awal akan hal itu jadi aku bisa mulai menata aku mau berkembang kayak gimana ke depannya. And yeah, now I love myself in the past and also in the present.

Aku harap  kalian juga bisa melalui proses yang sama dan meraih hasil yang sesuai dengan yang kalian inginkan. Once again, melakukan perubahan dalam hidup memang nggak mudah, but it will be worth it! Semoga kita bisa selalu berkembang menjadi lebih baik lagi di masa depan.

Ps. Semoga secepatnya aku bisa ngumpulin keberanian lagi buat ngelanjutin Journey of Changing Life di bab-bab selanjutnya ≥__≤ 

4 comments:

  1. Semoga hidup kita menjadi lebih baik..

    ReplyDelete
  2. Aku terketuk banget baca ini, karena sebetulnya lg ngerasain ada di lingkaran setan yg bikin susaah banget berubah, padahal pengakuan udah ada, mungkin tekadnya belum sebesar itu jadi diri aku gak jalan2. Sepertinya harus dipaksa dulu biar lama-lama terbiasašŸ˜–

    Eniwey, aku sering menyesal jg kenapa dulu gak begini dan begitu. Tapi balik lg seperti kata mba di atas, memang ada fasenya dimana kita bisa "mikir" dan berkembang menjadi lebih dewasa lg. At least pada akhirnya sudah tau apa yg mau diubah dan apa yg bisa diubah. Semoga perjalanan mengubah kebiasaan ini bisa tetap konsisten berjalan ya mba, do'akan aku segera menyusul jugaa, hahašŸ˜

    Eh iya salam kenal ya mba Via! ayo semangat ngerjain bab2 dari Journey of Changing Lifenya mbaa, akupun jd penasaran ingin baca soalnyašŸ˜

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buat mengubah kebiasaan yang udah kita lakukan selama bertahun-tahun emang nggak bisa instan. Mungkin yang bikin susah karena targetnya yang terlalu tinggi dari awal? Karena yang pernah aku baca buat memulai kebiasaan baru kita perlu "set the bar very low." Nggak perlu harus langsung narget berubah 20%, 30% dst.. 1% aja, yang penting dilakukan secara rutin dan dinaikin perlahan-lahan seiring waktu. Semangat terus yaa! Semoga bisa segera mencapai targetnya. ^^

      Salam kenal jugaaa! Makasih banget buat dukungannya. Insya Allah jadi lebih semangat buat ngelanjutinnya ehe..

      Delete

Announcement!!

  Terima kasih buat semua yang udah menyempatkan waktu buat mampir dan baca artikel di blog ini selama ini. It’s means a lot for me! Sebag...